Elliot dengan tenang membasuh kaki Avery dan kemudian dengan lembut menyekanya dengan tisu. Dia mengambil waktunya.
Wajah Avery memerah. Dia mencoba menarik kembali kakinya beberapa kali, tetapi Elliot menghentikannya.
Kesemutan di kakinya yang mekar dengan setiap belaian tangannya menjalar ke jantungnya.
"Apakah menurutmu penerbangan akan dibatalkan besok?" Elliot akhirnya melepaskannya.
"Jangan ngambek!" Avery sangat ingin kembali pada saat itu.
Elliot mengambil baskom dan pergi ke kam