“Aku tidak akan menyesali hal-hal yang tidak aku pedulikan. Satu-satunya hal yang aku sesali adalah membiarkanmu pergi.”
Ryan bicara sambil menatap senyum Freya.
Hati Freya bergetar. Rasanya seperti tunas hijau kecil tumbuh di bagian hatinya yang terluka parah. Sesuatu telah bangkit kembali.
Melihat Freya tidak berbicara, Ryan menundukkan kepalanya dan menciumnya lagi.
Freya tidak mendorongnya menjauh. Sebaliknya, dia memeluk pinggang Ryan dengan ringan sambil gemetar. Akhirnya, ciuman lembu